Apakah kau yakin negeri ini masih dibawah langit? Apakah kau yakin negeri ini masih
mempunyai awan? Apakah kau yakin negeri ini masih memutari matahari? Apa kau
yakin?
......................................................................................................................................................
![]() |
Halohahah sodara-sodara. Seperti
judulnya, saya tidak hiperbola mengatakan negeri ini tanpa langit, tanpa awan.
Toh memang benar, seperti itulah keadaan di negeri ini sekarang. Kurang lebih
hampir 2 bulan negeri ini seperti ini. Tak ada siang, tak ada pagi semuanya
sama saja. Matahari yang biasanya begitu bersemangat menyinari negeri ini bahkan kalah oleh tebalnya
kabut. Jadi wajar saja kalau negeri ini tak lagi berawan, dan langit tak lagi
terlihat birunya ataupun lengkungannya. Bintang? Ah apalagi ia, malam begitu
seram akhir-akhir ini, apalagi kalau perusahaan negara yang memonopolikan
listrik itu melakukan pemadaman, kau bagaikan akan memasuki ‘dunia lain’.
Kalau waktu kecil kau
berpura-pura memasuki asap saat orang tua mu membakar sampah agar merasa
seperti ‘Jin’ yang keluar dari asap, maka negeri ini seperti itulah sekarang. Jutaan
jin sedang beraktifitas menyambung hidupnya didalam asap, didalam negeri ini.
Terperangkap.
Ulah siapa? Apakah ulah ‘jin’
juga? Tentu bukan. Saya rasa Jin tidak sejahat itu, menyebabkan satu negeri ini
tidak mendapatkan udara sehat, Oh maaf saya lupa memberitau sodara sekalian, udara
disini, menurut parameter pengukur udara sudah BERBAHAYA! Jadi,
menurut saya yang melakukannnya pastilah yang lebih kejam dan licik dari Jin.
Iblis? Ya Iblis, siapa lagi, Iblis beserta kroni-kroninya.

lama tidak bertemu, terakhir ketemu.. Hahaa udah lama banget. Kayanya
akhir - akhir ini kita gak ketemu lagi. Iya akhir-akhir kemaren juga, Hahhaaa.
Tapi aku gak rindu kamu kok, Hehee Cuma kadang keingat aja. Apa kabar kamu?