Friday, 8 February 2013

1st Love -- A Little Thing Called Love

A LITTLE THING CALLED LOVE bisa dikatakan film hampir nyata banget! Banyak adegan-adegan didalam film ini pernah diaalami kebanyakan orang. 

Film Thailand ini menceritakan tentang “Nam” yang menyukai seniornya bernama “P’shone”. Nam yang merasa dirinya tidak terlalu cantik dan berkulit terang bersama teman-temannya mengubah dirinya.  Banyak cara yang dilakukan Nam, dan banyak diantara yang menonton pernah melakukannya :$ Dan ada bebrapa adegan ya, menurut saya menarik, nyata, ya mungkin ia nyata :)


Nam sering mematai-matai Pshone :)

Nam saat sengaja melewati keals P’shone (Saya suka berlari seperi ini dulu :D )

Friday, 1 February 2013

Psst! efek negatif menggunakan laptop tanpa baterai

Gara-gara keranjingan main games di laptop, saya jadi sering menghabiskan baterai, karena gak mau baterai cepat habis saya jadinya lebih suka tanggalin baterai dari laptop terus colokin charger langsung kelaptop, tapi ternyata setelah saya browsing di google, hasilnya tenyata tidak baik.



Di jaman modern ini, laptop sudah merupakah perangkat penting untuk mendukung aktivitas kita. Di saat kita sedang beraktivitas dengan laptop dan kemudian baterai habis, tentu akan repot jika kita harus menghentikan aktivitas kita di laptop untuk mencharge baterainya. Kebanyakan orang mencharge laptopnya sambil mengoperasikan laptop. Tetapi di samping itu, banyak sekali timbul opini dari orang-orang bahwa bermain laptop sambil charge dapat membuat baterai cepat drop dan kembung. Tetapi ada juga pendapat yang mengatakan justru kalau bermain laptop lansung dari listrik tanpa menggunakan baterai justru merusakkan perangkat-perangkat laptop.



Tuesday, 6 November 2012

Why Economics? (Proud to be a student of Economics)

Why Economics? Ya, Kenapa Ekonomi? Ini sebenarnya judul postingan Gita Gutawa tentang dirinya mengapa memilih Jurusan Economics di Birmingham. Saya membacanya saat saya sedang mau menentukan jurusan apa yang akan saya ambil di SNMPTN. Postingan Gita Gutawa  sangat berpengaruh besar terhadap saya. Gita membuat saya mengimajinasikan Ekonomi adalah suatu hal yang sangat besar, berpengaruh dan mudah. Saya ingin mengutip kutipan yang di kutip Gita Gutawa pada cover belakang  buku The Economic Naturalist:

 “ Why do brown eggs cost more than white ones?
Why is there a light in your fridge but not in your freezer?
Why did Kamikaze pilots wear helmets?
The answer is simple: Economics. “

Bagi saya saat itu Ekonomi menakjubkan. Ya, Gita Benar, semua hal bisa dijelaskan dan disebabkan oleh Ekonomi. Dari hal kecil seperti “Kenapa mama gak masak tempe hari ini?” sampai hal besar “Kenapa terjadi Perang Dunia?” Ekonomi berperan besar atas segalanya.

Lalu hal apa yang menyebabkan saya bangga menjadi mahasiswi Ekonomi, Ilmu Ekonomi terkhususnya? Ya, karena ilmu ekonomi adalah segalanya. Tanpa kita sadari segala hal yang kecil saja bisa dijelaskan dalam ekonomi, dunia ini penuh dengan ekonomi, dengan orang-orang ekonomi. Bahkan di Negara ini saja gaji tertinggi adalah Gubernur BI yang merupakan orang Ekonomi. Presiden RI saat ini saja walau background pendidikan awalnya bukan Ekonomi tapi akhirnya ia mengambil Ekonomi. Kenapa? Karena memimpin suatu negara mustahil tanpa Ekonomi. Ekonom adalah orang paling berpengaruh dari masa ke masa. Dari masanya Adam Smith, Keynes, Krugman, Aulia Pohan, Sri Mulyani, Boediono dan entah siapa lagi. Mereka Ekonom dan sangat berpengaruh bukan hanya untuk satu negara saja, tapi banyak negara. 

Lalu apa yang membedakan Ekonomi dengan ilmu lainnya, semuanya berpengaruh dalam bidangnya bukan Ekonomi saja. Ya, memang, semua ilmu mempunyai pengaruh besar terhadap dunia bukan hanya Ekonomi. Tapi semua yang berpengaruh tersebut motifnya adalah Ekonomi. Ekonomi yang menyebabkan mereka ada. Semua hal bertujuan untuk Ekonomi. Akan ada tempat untuk ekonomi, sampai kapanpun dimana pun.

PS: Terlepas dari semua itu tentu dan pasti semuanya bertujuan untuk akhirat, dari agama.

Sunday, 7 October 2012

Why Economics? (Kenapa saya ada disini?)


            Saya sedikit aneh menyadari ini, saya memikiri dan seperti menjawab sendiri pertanyaan ini, Kenapa saya ada disini?  Di Ekonomi. Karena bukan ini yang saya inginkan, bahkan terpikirkan saja saya tidak pernah. Yang saya inginkan saya ingin menjadi mahasiwi Hubungan Internasional, sedari dulu, sejak saya SD saat kerumah teman mama saya yang anaknya berkuliah dijurusan itu. Saya suka berkomunikasi, saya ingin menjelajah, saya pikir Hubungan Internasional adalah hal yang sangat saya sukai. Saya suka melihat Politikus di Televisi, saya bercita-cita dulu menjadi Gubernur Riau, saya suka melihat debat, berita politik, saya ingin menjadi Mahasiswi Ilmu Pemerintah. Ketika saya SMK dijurusan Administrasi Pekantoran, saya juga menginginkan nanti saya akan menjadi Mahasiswi Administrasi Negara. Sosiologi, saya suka sosiologi, saya suka topik tentang interaksi antar manusia, saya pecinta IPS dahulu dan Sosiologi adalah favorit saya selain Geografi dan Sejarah.

                        Tapi secinta apapun dulu saya sama IPS saya tidak mengingat, mengerti Ekonomi. Apa itu Ekonomi? Saya tidak tau pasti. Sebaik-baiknya IPS saya, saya seperti tidak menyadari bahwa Ekonomi adalah bagian dari IPS. Bahkan saya tidak menyadari saya adalah Siswa SMK Ekonomi ‘sebenarnya’ terlepas dari SMK saya adalah SMEA dahulunya. Karena yang saya pelajari bukanlah ‘Ekonomi’ dalam teori dan luas. Tapi kegiatan kecil dalam Eknominya saja. Saya baru menyadari saya adalah Siswa SMK Ekonomi ketika mengisisi formulir online PBUD UR pada kolom Jurusan SMTA.

            Saya juga amat sangat duper super benci dengan pelajaran yang banyak menghitung dan rumus seperti fisika terkhususnya untuk mata pelajaran yang selalu menghantui saya, -Matematika-. Matematika adalah pelajaran yang saya sadari saya benci dari SMP. Matematika itu hantu yang menakutkan. Bahkan salah satu alasan terkuat mengapa saya memilih jurusan Administrasi Perkantoran saat saya SMK dulu adalah karena saya pikir ‘tidak ada matematika’. Sejujurnya mengapa saya memilih SMK padahal karena saya ingin masuk jurusan Teknologi Informatika, karena saya suka teknologi, mengotak atik, sangat suka! Tapi saat penjelasan mau masuk dulu saya dijelaskan bahwa jurusan IT banyak fisika dan matematikanya, jadi kempes nyali saya.

            Sejujurnya walau rumah saya tidak jauh dari kampus, dulunya sebelum jadi mahasiswi hanya beberapa kali (re: 2 atau 3 kali) saya ‘melewati’ kampus. Jadi saya tidak tau banyak tentang kampus, tentang jurusan apa saja yang ada disana, yang hanya saya tau itu daerah kampus.

            Dan mengapa saya terangkan semua hal diatas tadi, kebetulan atau tidak jawaban ‘Kenapa saya disini?’ (re: kenapa saya jadi mahasisiwi ekonomi) sungguh aneh. Saya tidak mengenal ekomomi, mengenal kampus sebelumnya. Saya bahkan tau jurusan ekonomi ini dari buku gratis yang saya dapat karena menjawab ‘pertanyaan Matematika’ tanpa buku itu mungkin saya tidak mengenal jurusan ini.

            Lalu, setelah tak berani & gagal menjadi mahasiswi HI/IP/ANA/SOS (FISIPOL)  saya malah menjadi mahsiswi FEKON yang letak fakultasnya bisa dikatakan bersebelahan dengan FISIPOL dan sangat bersebelahan juga dengan FMIPA (Fakultas Matematika dan IPA). Setiap hari sebelum sampai ke FEKON saya harus melewati FISIPOL dan awal-awalnya selalu berkata ‘seharusnya saya sudah sampai’ atau ‘seharusnya aku disini’ tapi saya malah terus berjalan ke FEKON. Lalu semua pelajaran yang saya kutuk ada disebelah fakultas saya, dan woalaa.. jurusan yang saya ambil sekarang rasanya adalah perpaduan dari mereka. Teori dan rumus. Sosial dan matematika.

            Terlepas dari itu semua, saya merasa ini memang sudah takdir saya untuk sampai disini, saya rasa disinilah saya ditempatkan. Saya harus berdamai dengan yang saya benci dan merelakan yang saya inginkan dan menggabungkan mereka untuk sebuah tujuan, tujuan yang akan datang. Mungkin saya mempunyai takdir besar, mungkin ini jalan saya agar menggapai cita, Ekonom dan seorang Walikota, mungkin disini saya harus membekali diri saya untuk menjadi itu. Suatu saat saya mungkin adalah Ekonom dan Politikus. Itu mungkin jawabannya ‘kenapa saya disini’. Semoga benar, Amin Ya Rabb

Friday, 21 September 2012

catatan terakhir OFFAIR-212


Suatu pertemuan yang indah, bertemu dengan kalian, 2009. Kita adalah satu keluarga, satu kenangan, satu masa, masa putih abu-abu dengan berjuta rasa. Hal konyol, menyenangkan, amarah, duka, cinta, bahagia, tawa, tangis dan hal lain yang dirasakan dalam hati tapi tidak bisa dirangkai menjadi kata, kita lakukan bersama, melalui detik yang telah berlalu, melalui genggaman tangan yang masih terasa, melalui senyuman yang masih teringat, melalui air mata yang masih mengalir, dan menjadi kenangan yang masih dan takkan terlupa. Bukan tentang aku, dia, kamu atau kami tapi ini, tentang KITA.
Tiga tahun, masa yang dulu kita rasa masih lama, tapi ternyata telah terlewati oleh kita, waktu, ia takkan pernah lagi kembali, sekeras apapun kau mampu, tapi kenangan itu, canda itu, tawa itu, tangis itu, yang kita alami 3 tahun itu teman, takkan pernah terlupakan. Semuanya, kita tertawa, kita bercanda, bercerita, menangis, belajar, segalanya tak bisa untuk dilupakan.