Thursday, 31 December 2015

Mempertanyakan komitemen pertemanan


Kalau pacaran adalah hal wajar mempertanyakan komitmen pacar kita tentang keseriusan hubungan yang sedang dijalani. Wajar dong dipertanyakan, kita menghabiskan waktu dengannya, berbagi masalah, saling menguatkan satu sama lain dan memberi semangat agar masing-masing menajdi pribadi yang lebih baik. Kalau si pacar ternayata bilang gak terlalu serius dengan hubunga ini kita bisa saja memutuskan hubungan perpacaran itu. Toh buat apa menghabiskan waktu, emosi tenaga dan lainnya buat orang yang nyatanya gak nganggap kita serius. Apalagi disaat kita mulai menggap dia adalah salah satu hal terserius dalam kehidupan kita. Kita bisa saja mencari orang lain yang serius dengan kita, menghargai kita sama halnya yang kita lakukan pada dia.

Nah, kalau pertanyakan komitemen keseriusan berteman? Kok nganu ya rasanya. Kok rasanya itu…. pertanyaan yang tabu.
Sialnya, gue pengen banget ngajuin itu pertanyaan ke teman-teman gue yang bagi gue mereka merupakan orang-orang serius dalam kehidupan gue. Sialnya, gue sadar itu gak ‘wajar’ dipertanyakan.

Monday, 28 December 2015

Foto keluarga: Sumber Jaya, Bengkalis

saya, jihan, heleri, irwanzi, jery, kaem, kaka, handardi, ilok, ova, indah, aulia.
Beserta keluarga kami; indah kecil, pak jarwo, bu zainab dan si buk polwan kecil, anggun

KKN Kebangsaan 2015, Desa Sumber Jaya, Bengkalis. Diambil saat piknik di 'Kebun binatang' Bengkalis

Sunday, 27 December 2015

dari cahaya bulan des27

bulan lingkaran sempurna, diambil didepan rumah

bulan lingkaran sempurna yang terang itu kalau muncul, suka buat baper ya

Saya gak tau itu namanya bulan purnama atau apa, takut salah nyebut 'siklus bulan'. Bukan ahli falak soalnya, cuma berharap punya 'teman hidup' yang ngerti tentang ilmu falak, hihii

Salam, untuk bulan lingkaran sempurna terang yang lalu-lalu, 
semoga cahaya bulan menerangi jalan malam mu




Thursday, 24 December 2015

Candu merindu?

ada aja ya alasan buat rindu itu datang lagi. Lama-lama aku kecanduaan pula rindu sama kamu. Lihat senyum penyanyi favoritku rasanya kaya lihat senyum kamu. Ngeliat tempat itu baper tingkat keras langsung. Lihat seragam kaya kamu, haduuuh. Rasanya kok jarak dan waktu hal sepele saja ya? Haha

Padahal sebagai anak ekonomi regional, itu fokus masalah utama loh.


Sunday, 15 November 2015

Ya, mungkin saya mendut

Namun Mendut-ku, mendut-ku, memang arif orang tuamu memberi nama mendut padamu. Wahyuni pun melihat betapa masih mendut-mendut dirimu, masih mengambang, mencari bentuk. Akan kuiringi kau, Anakku sayang, sebagai wakil orang tuamu yang pastilah merindukan kau juga saat ini dan serba prihatin mengambang juga antara yang pasti dan yang belum tentu. Tetapi sekali saat kamu akan menemukan batinmu, jati-dirimu, prono-mu. Sekali peristiwa Mendut-ku akan bersua dengan pemenhan dambaan-dambaanmu, Dewa Kamajayamu, wayahmu, citramu 
 – Y.B. Mangunwijaya, Roro Mendut, Novel sejarah, Gramedia, hal. 52.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Mendut berarti masih mengambang, bimbang untuk mencari bentuk. Sedangkan prono mempunyai arti batin, jati-diri. Citra berarti dambaan, gambaran dan bayangan. Nah bukankah pada suatu saat pada dalam mecapai citra-citra atau bayangan, atapun jati diri kadang-kadang kita dalam keadaan mengambang tak menentu, kadang-kadang ke sana kadang kemari?